Jangan engkau kalahkan cintamu kepada Allah hanya karena dunia yang akan kau tinggal mati.
عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ حَمِيَّةً وَيُقَاتِلُ شَجَاعَةً وَيُقَاتِلُ رِيَاءً ، فَأَىُّ ذَلِكَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِىَ الْعُلْيَا ، فَهْوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ »
Dari Abu Musa, ia berkata bahwa ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia berkata, ada seseorang yang berperang (berjihad) untuk membela sukunya (tanah airnya);
ada pula yang berperang supaya disebut pemberani (pahlawan);
ada pula yang berperang dalam rangka riya’ (cari pujian),
lalu manakah yang disebut jihad di jalan Allah? Beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Siapa yang berperang supaya kalimat Allah itu mulia (tinggi) itulah yang disebut jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
jihad yang benar ialah jihad yg memikiki niat untuk membela kalimat Allah artinya membela agama islam, bukan untuk nama yang tersohor sebagai pahlawan, bukan pula untuk membela kaum, negeri, atau tanah air.
Akan menjadi sama jihad seorang muslim dengan jihadnya orang kafir apabila sama² berjihad untuk membela suatu kaum, negeri atau tanah air. Mati dalam keadaan berjihad seperti ini hukumnya bukanlah mati syahid.
yang wajib bagi kita untuk berjihad ialah karena membela Agama di negeri kita, kita berjihad untuk kelancaran agama islam yang ada di negri ini, maka perhatikanlah perbedaannya. Adapun semata-mata karena membela negara, membela tanah kelahiranya, membela sukunya maka jihad seperti ini niatnya BATHIL berdasar hadist di atas.
Ingatlah penegasan dari firman Allah ini
الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ ...الأية
"Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan tagut.
[Surat An-Nisa' 76]
Sama² beramal baik bila niat hati kliru bisa jadi fatal.
Semoga bermanfa'at.
Selasa 29 dzulqoidah 1438 Hijriyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar