Hotel Asia

Pernahkah kita berada di tempat yang tak banyak dikunjungi orang, sedangkan tempat ini sangat indah dan sangat menyejukkan???"

Kamis, 31 Agustus 2017

Fitnah Akhir Zaman

Ingkarilah hal yang mungkar, jangan hatimu nyaman-nyaman saja.

تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا فَأَىُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ وَأَىُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلاَ تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ وَالآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لاَ يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلاَّ مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ

"Fitnah-fitnah itu akan di hadapkan kepada hati seperti tikar (yg di anyam) satu serat satu serat. Hati mana saja yang menyerap fitnah itu, maka satu noda hitam tertempel dalam hatinya. Dan hati mana saja yang mengingkarinya niscaya akan tertitiklah pada hati itu satu titik putih,
sehingga jadilah hati itu dua macam; putih seperti batu pualam (yang halus lagi licin) sehingga fitnah apapun tidak akan membahayakannya selama ada langit dan bumi,
sementara hati lainnya berwarna hitam legam, seperti teko atau ceret terbalik, tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemunkaran selain hawa nafsu yang diserapnya."
[HR Muslim]

Beberapa Faedah hadist :

{1} Hati adalah tempatnya fitnah, yakni tempatnya ujian dan cobaan.

{2} fitnah (ujian dan cobaan) Nabi kabarkan terus menerpa hati sedikit demi sedikit dapat terjalin dengan kuat terkumpul sebagaimana tikar yang di anyam.

{3} Tatkala manusia dihadapkan pada fitnah  maka hati manusia akan terbagi menjadi dua macam:

Pertama: Hati yang ketika datang fitnah langsung menyerapnya, tidak pandang benar salah langsung serta merta ia terima, hatinya tidak mengingkari kemungkaran. Sehingga titik hitam muncul di dalam hatinya. Bila hati terus menyerap fitnah² itu, tidak mengingkarinya maka hatipun menjadi hitam legam dan membalik akibatnya dua bencana yang membahayakan menimpa hatinya, yakni :

I. Tidak dapat membedakan mana yang ma’ruf (baik) dan mana yang munkar (buruk).
Terkadang penyakit ini semakin parah sehingga ia menganggap yang ma’ruf adalah munkar dan yang munkar adalah ma’ruf.
Yang sunnah dianggap bid’ah dan yang bid’ah dianggap sunnah.
Yang benar dianggap salah dan yang salah dianggap benar.
Sebagaimana nasehat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu :

هَـلَـكَ مَنْ لَـمْ يَعْرِفْ قَلْبُـهُ الْـمَعْرُوْفَ وَيُنْـكِرْ قَلْبُـهُ الْـمُنْـكَـرَ.

Binasalah orang yang hatinya tidak mengetahui yang ma’ruf dan tidak mengingkari kemungkaran. Hr: At-tabrani.

II. Menjadikan hawa nafsu sebagai sumber hukum yang lebih tinggi daripada apa yang diajarkan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, selalu tunduk kepada hawa nafsu dan mengikuti kemauannya tidak mau mengikuti dalil yang shohih.

Dengan kata lain Orang yang mengikuti fitnah syubhat atau syahwat tidak bisa membedakan lagi antara yang ma’ruf dan munkar, kecuali selalu mengikuti hawa nafsunya.

Yang kedua : hati yg bila ditawari fitnah, ia akan mengingkari dan menolaknya sehingga sinar hatinya semakin putih menjadi lebih kuat dan lebih terang tak akan ada fitnah yang dapat membahayakanya.

Kini, fitnah-fitnah itu sudah banyak sekali,
Diantara ujian-ujian itu adalah ujian harta.
Dimulai saat mengumpulkan dan mengembangkannya, kesibukan ini sering melalaikan seseorang dari beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla .
diperparah lagi dengan prilaku menghalalkan segala cara demi memenuhi ambisinya.
Harta juga menjadi fitnah atau musibah bagi pemiliknya saat harta dibelanjakan di jalan yang tidak dibenarkan syari’at atau enggan mengeluarkan zakat yang menjadi kewajibannya.
Akibatnya, berbagai keburukan pun bermunculan akibat harta.

"Sungguh akan datang suatu masa, saat itu manusia tidak lagi peduli dengan cara apa dia menghasilkan harta, apakah dari sesuatu yang halal ataukah haram !" [HR. Bukhâri]

"Demi Allâh ! Bukan kefakiran yang saya khawatirkan atas kalian, namun yang saya khawatirkan adalah kalian diberi kemakmuran dunia sebagaimana pernah diberikan kepada umat sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka. Sehingga akhirnya dunia menyebabkan kalian binasa sebagaimana mereka." [HR. Bukhâri dan Muslim]

Diantara ujian saat ini ialah keburukan yang datang melalui media elektronik dan media cetak.
Karya tulisan menyesatkan, teori teori sesat, pemikiran menyimpang di bukukan,di tulis, di beritakan dan di sebar dengan bebas, foto dan gambar wanita dengan dandanan seronok, nyanyian pembangkit nafsu syahwat, pentas yang sering membuat suatu keburukan menjadi tidak jelas bahkan membalikkan fakta, yang buruk dianggap bagus dan indah bahkan menghibur, semuanya ada di media.

Saat ini, betapa banyak rumah kaum Muslimin yang seharusnya bersinar dengan dzikrullah justru hampa darinya.
Rumah-rumah itu menjadi tempat yang di senangi setan dan di jauhi para Malaikat pembawa rahmat.
Bahkan ada yang lancang mengundang para pemuda-pemudi untuk begadang, pentas atau menghidupkan budaya yang bertentangan dengan nilai agama.

Diantara ujian yang juga sangat mengkhawatirkan pada zaman ini yaitu fitnah yang ditimbulkan kaum wanita. karena prilaku sebagian wanita yang tidak merasa malu sama sekali. Dengan dalih mengikuti perkembangan zaman, mereka mengenakan pakaian tipis nan ketat, sehingga bentuk anggota tubuh mereka nampak dengan jelas.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Saya tidak meninggalkan satu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki selain (ujian) wanita."
[HR. Bukhâri dan Muslim]

Ujian demi ujian terus bermunculan hingga sampai pada fitnah yg paling besar yakni fitnah dajjal yg dapat memalingkan dari keimanan, bagi pengekor syahwat dan nafsu pastilah menganggapnya sebagai tuhan. Na'udzubillah min dzaalik.
Namun bagi orang-orang yg berpegang teguh dengan petunjuk al-quran dan sunnah, mengutamakanya, mencintainya, dan mendahulukanya niscaya mereka akan selamat.

Tingkatkanlah ilmu, jangan malu bertanya kepada orang yg berilmu karna denganya manusia dapat mengetahui mana yg ma'ruf dan mana yg mungkar.
Sibukkan untuk beramal ibadah.
Dan ingkarilah yang mungkar, jangan pernah  hati menerima dan meridhoinya,
karna tidak mengingkari kemungkaran dapat merubah hatimu.

Ingatlah sabda Nabi mengenai keadaan zaman penuh fitnah ini :

بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا.

“Bersegeralah kalian melakukan amal shalih (sebelum datangnya) fitnah-fitnah bagaikan malam yang gelap gulita, seseorang dalam keadaan beriman di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari, atau di sore hari dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir pada pagi hari, dia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (Hr: Muslim)

Nabi juga mengajarkan agar kita memohon perlindungan dari fitnah-fitnah, ujian-ujian kesemuanya.

تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari segala fitnah, yang nampak darinya dan yang tersembunyi.”
Diriwayatkan oleh Muslim

Dan beliapun melaksanakanya,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو وَيَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Dahulu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam terbiasa berdo'a: "Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari suksa kubur dan dari siksa api neraka dan dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari fitnah Al Masihid Dajjal".  Hr: Bukhori.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam juga memperbanyak berdoa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
�[HR.Tirmidz, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]

Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda:

‎اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

[Ya Allah yang memalingkan (membolak-balikkan) hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu]
[HR. Muslim]

Semoga bermanfaat...

Rabu 8 dzulhijjah 1438 H.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar